CARA CARA MEMBUAT TABEL DENGAN MENGUNAKAN HTML

Kamis, 13 Januari 2011

| 1 komentar


Membuat Tabel pada Halaman HTML
Tabel seperti yang kalian tahu terdiri dari kolom dan baris. Pada tabel data-data dimasukkan dalam kombinasi antara kolom dan baris tertentu. Beberapa baris dan kolom dari tabel bisa digabungkan untuk membuat tampilan yang sesuai dengan kebutuhan data kita. Pada html semua itu dapat dilakukan, namun tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk meracik sebuah tabel. Untuk meracik sebuah tabel kita akan membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut, <table>, <tr>, dan <td>.
Untuk membuat sebuah tabel maka susun bahan-bahan tersebut menjadi seperti ini,
  1. <table>  
  2. <tr>  
  3.     <td>baris 1, kolom 1</td>  
  4.     <td>baris 1, kolom 2</td>  
  5. </tr>  
  6. <tr>  
  7.     <td>baris 2, kolom 1</td>  
  8.     <td>baris 2, kolom 2</td>  
  9. </tr>  
  10. </table>  
<table>
<tr>
<td>baris 1, kolom 1</td>
<td>baris 1, kolom 2</td>
</tr>
<tr>
<td>baris 2, kolom 1</td>
<td>baris 2, kolom 2</td>
</tr>
</table>
Susunan seperti kode diatas akan membuat sebuah tabel sederhana yang berukuran 2 X 2, yaitu 2 kolom dan 2 baris. Sekarang perhatikan karena konsep dari tabel ini cukup sulit namun akan menjadi mudah apabila kalian memperhatikan penjelasan berikut.
Tabel dari html adalah berdasarkan kepada baris atau row. Anggap kamu ingin memasukkan data pada baris pertama kolom pertama maka pertama kali yang kalian harus lakukan adalah membuat sebuah baris lalu setelah itu membuat kolom, baru setelahnya memasukkan data. Apabila kalian ingin memasukkan data pada kolom kedua baris pertama maka kalian harus membuat sebuah baris, kemudian buat kolom pertama, setelah itu buat kolom kedua, baru isi datanya. Jadi intinya baris dulu baru kolom.
<tr> digunakan untuk membuat suatu baris baru. Sedangkan <td> digunakan untuk membuat kolom/data. Supaya gampang mengingatnya, ingat saja huruf belakangnya, tr --> r = row, td --> d = data.
Setelah mengetahui dasarnya, maka selanjutnya kita akan belajar untuk menyatukan 2 kolom pada sebuah tabel. Lihat contohnya dibawah ini, kita akan membuat sebuah tabel dimana terdapat 2 kolom yang digabungkan.


1
2
3
4
5
Lihat, pada baris pertama, kolom pertama dan kedua digabung sehingga isi dari kolom tersebut bisa sepanjang 2 kolom. Biasanya penggabungan kolom seperti contoh diatas digunakan untuk membuat judul dari tabel.
Lalu sekarang bagaimana cara membuatnya agar bisa digabungkan ? Asal kita mengetahui bahan tambahannya hal itu mudah sekali untuk dilakukan. Bahan tambahan tersebut berupa atribut dari <td> yang bernama colspan. Lihat di bawah ini untuk cara penggunaannya.
  1. <table>  
  2. <tr>  
  3.     <td colspan="2">Ini adalah kolom yang digabungkan</td>  
  4. </tr>  
  5. <tr>  
  6.     <td>baris 2, kolom 1</td>  
  7.     <td>baris 2, kolom 2</td>  
  8. </tr>  
  9. <tr>  
  10.     <td>baris 3, kolom 1</td>  
  11.     <td>baris 3, kolom 2</td>  
  12. </tr>  
  13. </table>  
<table>
<tr>
<td colspan="2">Ini adalah kolom yang digabungkan</td>
</tr>
<tr>
<td>baris 2, kolom 1</td>
<td>baris 2, kolom 2</td>
</tr>
<tr>
<td>baris 3, kolom 1</td>
<td>baris 3, kolom 2</td>
</tr>
</table>
Perhatikan bagian "Ini adalah kolom yang digabungkan", sebelumnya terlihat perintah <td colspan="2"> bukan ? Ini adalah contoh penggunaan colspan. Colspan memerintahkan agar beberapa kolom digabungkan tergantung dari nilai yang dituliskan. Pada contoh diatas nilai tersebut adalah "2" sehingga 2 kolom digabungkan menjadi satu dan hasilnya dapat kalian lihat seperti contoh tabel diatas.
Contoh diatas adalah untuk menggabungkan kolom secara horisontal, namun bagaimana cara menggabungkan kolom secara vertikal? Berikut ini kita akan belajar untuk menggabungkan kolom 2 secara vertikal. Lihat tabel dibawah ini.
1
2
3
5
Perhatikan tabel diatas, kolom 2 dan kolom 4 digabung sehingga kolom 4 nya hilang. Untuk membuat tabel seperti diatas atribut tambahan yang diperlukan adalah rowspan. Mudah bukan mengingatnya? jika masih dalam satu baris kita menggunakan colspan sedangkan apabila pidah baris kita menggunakan rowspan. Dibawah ini adalah perintah yang digunakan untuk membuat tabel seperti diatas.
  1. <table>  
  2. <tr>  
  3.     <td colspan="2">Ini adalah kolom yang digabungkan</td>  
  4. </tr>  
  5. <tr>  
  6.     <td rowspan="2">baris 2, kolom 1</td>  
  7.     <td>baris 2, kolom 2</td>  
  8. </tr>  
  9. <tr>  
  10.     <td>baris 3, kolom 2</td>  
  11. </tr>  
  12. </table>  
<table>
<tr>
  <td colspan="2">Ini adalah kolom yang digabungkan</td>
</tr>
<tr>
  <td rowspan="2">baris 2, kolom 1</td>
  <td>baris 2, kolom 2</td>
</tr>
<tr>
  <td>baris 3, kolom 2</td>
</tr>
</table>
Kalian dapat mencobanya di papan tulis yang disediakan di bagian bawah halaman ini.
Ada atribut-atribut lain yang berhubungan dengan tabel seperti border, align, cellpadding, dan sebagainya yang dapat kalian pelajari lebih lanjut di bagian penjelasan tag HTML.

SUMBER       : Belajar.com


Troubleshooting

Selasa, 30 November 2010

| 0 komentar

Cara Mengatasi Troubleshooting PC Lambat

Para user komputer sering menemukan keluhan yang cukup membosankan, yaitu komputernya menjadi lambat. Terkadang saking stressnya mungkin langsung mengambil solusi untuk menginstall ulang saja, daripada repot mencari permasalahannya, dan itu justru akan memakan waktu lebih banyak. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menanggapi masalah “komputer yang lambat!” 1. Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab pc yang lambat, karena yang paling mudah menyusupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE. Beberapa cara untuk menghapus spyware: 1. Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager. 2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console. 3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty. 4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup. 5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan. 6. Install dan gunakan spyware detection dan removal. 2. Processor Overheating. Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena : 1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth. 2. Fan motor rusak. 3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”. Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll. 3. Ram yang buruk. Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini dikarenakan oleh: 1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal. 2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test. 3. RAM terlalu panas. 4. Harddisk yang fail. Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan: 1. Akses time yang lambat. 2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk. 3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan. 4. Gagal Boot. 5. Bios Settings. Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah: 1. Boot langsung ke harddisk. 2. Disable IDE drive yang tidak terpakai. 3. Set speed latency RAM. 4. Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai. 5. Gunakan Fast POST. 6. Disk type/controller compatibility. Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita. 7. Windows Services, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah: 1. FTP 2. Indexing Service 2. Remote Registry 3. Telnet 4. Remote Access 5. Remote Desktop 6. Automatic Update 8. Process yang invisible. Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya. 9. Disk Fragmentation Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan. 10. Background applications. Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry: HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Micr osoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce Hapuslahkey yang tidak diperlukan.



Mengatasi Masalah adalah suatu bentuk pemecahan masalah, sering digunakan untuk memperbaiki produk gagal atau proses. Ini adalah pencarian, logis sistematis untuk sumber masalah sehingga dapat diselesaikan, sehingga produk atau proses dapat dibuat operasional lagi. Pemecahan masalah yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan memelihara sistem yang kompleks dimana gejala masalah dapat memiliki banyak kemungkinan penyebab. Troubleshooting digunakan di berbagai bidang seperti teknik, administrasi sistem, elektronik, perbaikan otomotif, dan kedokteran diagnostik. Mengatasi masalah memerlukan identifikasi kerusakan (s) atau gejala dalam sistem. Kemudian, pengalaman umumnya digunakan untuk menghasilkan kemungkinan penyebab gejala. Menentukan yang menyebabkan kemungkinan besar sering merupakan proses eliminasi - menghilangkan potensi penyebab masalah. Akhirnya, tips memerlukan konfirmasi bahwa solusi mengembalikan produk atau proses ke keadaan kerja.
Secara umum, pemecahan masalah adalah identifikasi, atau diagnosis "masalah" dalam aliran manajemen dari sebuah perusahaan atau suatu sistem yang disebabkan oleh kegagalan dari beberapa jenis. Masalahnya adalah awalnya digambarkan sebagai gejala kerusakan, dan pemecahan masalah adalah proses untuk menentukan dan menanggulangi penyebab gejala ini.
Sebuah sistem dapat digambarkan dalam hal yang diharapkan, diinginkan atau dimaksudkan (biasanya, untuk sistem buatan, tujuannya). Kejadian atau masukan kepada sistem diharapkan untuk menghasilkan hasil tertentu atau output. (Misalnya memilih "cetak" pilihan dari berbagai aplikasi komputer yang dimaksudkan untuk menghasilkan hardcopy muncul dari beberapa perangkat tertentu). Setiap perilaku yang tak terduga atau tidak diinginkan adalah gejala. Troubleshooting adalah proses mengisolasi penyebab spesifik atau penyebab gejala. Sering gejala adalah kegagalan produk atau proses untuk menghasilkan hasil apapun. (Tidak ada yang dicetak, misalnya).
Metode rekayasa forensik sangat berguna dalam menelusuri masalah dalam produk atau proses, dan berbagai teknik analisis yang tersedia untuk menentukan penyebab atau penyebab kegagalan tertentu. Tindakan korektif kemudian dapat diambil untuk mencegah kegagalan lebih lanjut dari jenis yang sama. tindakan pencegahan adalah mungkin menggunakan mode kegagalan dan analisis efek (FMEA) dan analisa pohon kesalahan (FTA) sebelum produksi skala penuh, dan metode ini juga dapat digunakan untuk analisis kegagalan.

Control Panel

Minggu, 21 November 2010

| 0 komentar
CONTROL PANEL, merupakan default folder yang berisi fasilitas-fasilitas untuk mengatur fungsi-fungsi pada komputer kita, seperti program aplikasi, hardware (perangkat keras), koneksi jaringan, pengaturan tampilan Windows, pengaturan account sampai dengan fungsi Windows XP lainnya.




  • Accessibility Options berfungsi sebagai pengatur kerja komputer 



  • Add New Hardware berfungsi untuk menambah, mengekspansi ataupun menginstall Perangkat Keras ke dari Sistem Komputer agar dapat digunakan oleh Sistem Operasi. Contoh : Melakukan installasi printer ke dalam Windows agar dapat digunakan untuk melakukan pencetakan dokumen
  • Add New remove Program berfungsi sebagai memasukkan dan menghapus   program

  • Administrative Tools, yaitu berisi options-options untuk mengkonfigurasi sistem pada OS Windows XP.
  • Automatic Updates, yaitu berfungsi untuk mengupdate windows secara otomatis.
  •  Date / Time, yaitu berfungsi untuk  mengatur setting waktu pada komputer 

  • Display, yaitu berfungsi mengatur, pengaturan yang berhubungan dengan layar komputer seperti;  mengubah latar belakang layar & screen saver.
  • Folder Option, yaitu berfungsi menyesuaikan tampilan file dan folder mengubah asosiasi file dan membuat file jaringan yang tersedia offline.
  • Fonts, yaitu berfungsi sebagai tempat penampungan semua huruf, yang digunakan pada sebuah komputer untuk menulis.
  • Game Controller, yaitu berfungsi untuk  mengatur stick game bila akan digunakan.
  • Internet Options, yaitu berfungsi sebagai mengatur  internet yang akan digunakan.

  • Keyboard, yaitu berfungsi sebagai mengatur kecepatan/refleks  keyboard yang digunakan.

  •  Mail, yaitu berfungsi untuk mengatur surat elektronik  (e – mail).

  •  Mouse, yaitu berfungsi sebagai pengatur kecepatan kerja pada mouse.

  •  Network Connection, yaitu berfungsi sebagai pengaturan untuk menghubung komputer ke komputer lain menggunakan  jaringan dan internet.

  •  Power Options,  berfungsi sebagai menghemat energi konfigurasi pengaturan untuk komputer.
  • Phone and Modem Options, berfungsi untuk mengkonfigurasi aturan panggilan telepon dan pengaturan modem.


  •   Printer and Faxes, berfungsi menunjukkan terinstal printer dan fax printer dan juga membantu menambahkan yang baru

  • Regional and Language, Options berfungsi sebagai pengaturan untuk menyesuaikan tampilan bahasa, nomor, waktu dan tanggal.
  •   Scanners and Cameras, berfungsi untuk menambah, menghapus dan mengkonfigurasi scanner dan kamera.

  •  Scheduled tasks, berfungsi untuk menjadwalkan tugas untuk berjalan secara otomatis.
  •   Security Centre, berfungsi untuk memonitor dan mengkonfigurasi keamanan komputer yang digunakan.
  •  Sounds and Audio Devices, yaitu berfungsi untuk mengubah skema suara, mengkonfigurasi pengaturan untuk speaker dan alat perekam.
  • Speech, berfungsi mengubah pengaturan text-to-speech dan untuk speech recognition
  • System, berfungsi melihat informasi sistem komputer, dan mengubah pengaturan untuk hardware, kinerja dan pembaruan otomatis
  • Taskbar and Start Menu, berfungsi untuk menyesuaikan menu start dan taskbar seperti jenis item yang akan ditampilkan dan bagaimana mereka harus muncul.
  •  User Account berfungsi untuk merubah dan mensetting password penggunaan computer.
  • Windows Firewall, yaitu berfungsi untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki.
  • Wireless Network Setup Wizard, berfungsi mengatur atau menambah jaringan nirkabel (tanpa kabel)
  • Network Setup wizard, befungsi untuk mengatur koneksi jaringan yang akan digunakan.
  • Virus Scan, berfungsi sebagai mendeteksi virus yang masuk,ketika data sedang dikerjakan.

Perbedaan CD/DVD -R +R RW

Senin, 01 November 2010

| 0 komentar


Berikut adalah artikel yang saya copy dari http://ebsoft.web.id/2010/06/21/mengenal-perbedaan-cd-dvd-r-rw/. Blog tersebut adalah milik Mas Ebta Setiawan. Semoga posting ini berguna bagi anda semua. Terima kasih buat Mas Ebta.

Jika kita pernah membeli sebuah CD/DVD blank (kosong) atau pernah menyimpan data (burning) kedalam keping CD/DVD, kita kadang melihat ada beberapa jenis CD/DVD yang berbeda, seperti CD/DVD -R + R atau RW. Apa maksud tanda minus dan plus serta perbedaan masing-masing jenis keping tersebut? Kemudian sebaiknya jenis mana ketika kita ingin menggunakannya ?


Sebelum membahas mengenai jenis-jenis keping DVD atau CD tersebut, berikut ada beberapa istilah umum berkaitan dengan hal ini yang sebaiknya kita pahami dengan baik.

* Burning, yaitu proses menyimpan data ke media/keping disk. Disebut burning, karena kita membakar (menulis bit data) lapisan dalam disk dengan sinar laser.
* Session, merupakan periode waktu ketika sesuatu terjadi, disini adalah file-file yang ditambahkan di disk dalam sekali operasi
* Single Session, Semua file di dalam disk ditambahkan dalam satu kali operasi
* Multi Session, beberapa Session ada di dalam disk

Selain itu ada istilah ROM (semisal CD-ROM), merupakan singkatan dari Read Only Memory ( Memori yang hanya dibaca), berarti bahwa informasi yang tersimpan di disk hanya dapat dibaca saja.
Apa beda -R +R dan RW ?
Saat in hampir semua CD/DVD writer sudah bisa menulis dan membaca semua jenis format DVD. Hal ini ditandai dengan adanya logo DVD±RW. Sehingga jika ada logo tersebut, harusnya tidak ada masalah ketika kita memilih jenis -R atau +R. Mengenai penjelasan tanda ini sebagai berikut :

* R : tanda ‘R’ sendiri merupakan singkatan dari Recordable. Disini disk dapat digunakan untuk menyimpan data dan sebaliknya jika tidak ada tanda R, maka tidak bisa menyimpan.
* -R : Tanda Minus baik CD/DVD merupakan single session disk. Artinya kita tidak dapat menambahkan data lain jika sudah di gunakan, meskipun masih ada sisa penyimpanan. Kadang ada media yang bisa melakukan penyimpanan Multi session di disk jenis -R ini, tetapi hasilnya tidak semua media mampu membacanya, kadang hanya session pertama yang terbaca atau tidak ada sama sekali.
* +R : Tanda Plus ditujukan untuk Multisession, artinya kita dapat menggunakan space kosong yang masih tersedia di disk. Setiap session baru dapat ditambahkan di session yang sudah ada atau membuat session baru. Sebagai bonus, ketika session baru disimpan, dapat memerintahkan untuk “menghapus” session yang lama. Hapus ini maksudnya memerintahkan media player untuk mengabaikan isi datanya.
* RW : merupakan singkatan dari ReWritable, artinya disk ini menggunakan material khusus sehingga datanya dapat dihapus kemudian digunakan untuk menyimpan data baru atau dapat juga di tumpuk dengan data lain. Ada batasan tertentu seberapa banyak (kali) penghapusan data bisa dilakukan.

Selain itu DVD+R mempunyai beberapa kelebihan, seperti misalnya lebih akurat pada kecepatan tinggi dibanding DVD-R, kemudian juga manajemen error yang lebih baik, serta hasil burning (penyimpanan) data mempunyai tingkat kerusakan yang lebih kecil.

Melihat perbedaan diatas, maka DVD+R mempunyai keunggulan dibanding DVD-R, sehingga biasanya harganya pun lebih mahal dan mempunyai beberapa keunggulan. Tetapi karena DVD-R lebih dulu hadir ( 5 tahun ) daripada DVD+R, maka format ini kadang yang sering digunakan (lebijh mendukung media player lama).
Referensi

Selasa, 26 Oktober 2010

| 0 komentar


 Berikut ini jenis-jenis mainboard atau motherboard yang dikeluarkan intel berdasarkan series.
Extreme Series 
DEKTOP BOARD
INTEL EXTREME CHIPSET
SOCKET
FORM FACTOR
DX5850
DP45SG
D5400XS
DX48BT2
X58 Express Chipset

P45 Exprss Chipset5400 Express Chipset
X48 Express Chipset
LGA1366
LGA775
LGA771
LGA775
ATX
ATX
eATX
ATX


Media Series
DEKTOP BOARD
INTEL EXTREME CHIPSET
SOCKET
FORM FACTOR
DG45FC
DG45ID
DP35DP
G45 Express Chipset

G45 Exprss Chipset P35 Express Chipset
LGA775
LGA775
LGA775
mini-ITX
micro-ATX
ATX

Power Supply

Minggu, 17 Oktober 2010

| 0 komentar

                Cara  Menguji POWER SUPPLY


Untuk menguji power supply kita masih berfungsi dengan baik yang harus diperhatikan adalah hal sbb :
  • Apakah kabel daya sudah terpasang ke listrik dengan baik ?
  • Apakah outlet listrik yang kita gunakan hidup ?
  • Apakah tegangan listrik yang digunakan sudah benar sesuai dengan PSU ? Yang harus kita perhatikan bahwa tegangan listrik untuk daerah indonesia menggunakan 220 Volt, apakah PSU juga mendukung tegangan yang benar ?
  • Pastikan semua kabel power terpasang dengan benar ke Motherboard, Panel Indikator, dan ke Hardware lainnya.
Nah jika hal diatas sudah diperhatikan, kita bisa memastikan seharusnya tidak ada permasalahan dengan PSU. Jika power supply masih mengalami kendala, coba dilepas PSU dari motherboard. Berarti kita akan menguji PSU dengan cara manual.

From Factor Pada HardDisk

| 0 komentar
 From Factor HardDisk
Kebanyakan hard disk dirancang untuk dipasang di bagian dalam PC, dan diproduksi di salah satu dari selusin atau lebih standar ukuran dan bentuk. Standar ini disebut faktor bentuk hard disk dan merujuk terutama untuk dimensi eksternal. Alasan untuk standardisasi pada faktor bentuk adalah kompatibilitas. Tanpa standar-standar ini, hard disk harus custom-made untuk menyesuaikan PC yang berbeda. Dengan menyetujui standar bentuk dan ukuran untuk hard disk - serta antarmuka standar tentu saja - adalah mungkin untuk salah satu dari ribuan pembuat PC untuk membeli unit dari produsen hard disk dan tahu bahwa tidak akan ada masalah dengan cocok atau bentuk selama instalasi.
Selama hidup PC hanya ada beberapa faktor disk beberapa bentuk yang berbeda keras. Sejak mengubah standar form factor membutuhkan koordinasi dari pembuat komponen lainnya (seperti kasus pembuat sistem) ada resistensi dalam industri untuk mengubah ukuran standar kecuali ada alasan kuat untuk melakukannya. (Sebagai contoh, ketika laptop PC menjadi populer baru, drive kecil diciptakan untuk menghemat ruang dan kekuasaan, tujuan penting dalam dunia komputasi mobile.)
Formulir faktor umumnya dijelaskan oleh metrik tunggal. Misalnya, faktor bentuk yang paling umum saat ini adalah "3.5-inch" dan "2.5-inch". Angka-angka ini umumnya mengacu pada lebar drive, tetapi mereka dapat menjadi samar-samar dan menyesatkan (bagus, ya:? ^)) Mereka biasanya dipilih karena alasan sejarah dan dalam biasanya didasarkan pada baik ukuran sepiring drive yang menggunakan faktor bentuk, atau lebar drive menggunakan bahwa faktor bentuk. Jelas satu nomor tidak dapat mewakili kedua, dan dalam beberapa kasus, tidak mewakili! Sebagai contoh, 3.5 "hard disk umumnya 4" lebar dan menggunakan 3,74 "platters:. ^) (Nama dalam kasus ini berasal dari fakta bahwa drive masuk dalam ruang yang sama sebagai 3.5"! Floppy disk drive) Jauh lebih banyak tentang hubungan antara faktor bentuk dan piring-piring dapat ditemukan dalam pembahasan ukuran piring di bagian media. Anda juga akan menemukan ada penjelasan rinci tentang kecenderungan piring-piring yang lebih kecil di hard disk modern.











Kelima faktor bentuk yang paling populer internal hard disk PC.Searah jarum jam dari kiri: 5.25 ", 3.5", 2.5 ", PC Card dan CompactFlash. 
Bagian ini saya memeriksa faktor-faktor bentuk utama yang telah digunakan untuk internal hard drive di PC. Ini termasuk rincian pada dimensi faktor bentuk, terutama terkait dengan ketinggian yang berbeda masing-masing. (Faktor bentuk Kebanyakan sebenarnya keluarga faktor bentuk, dengan drive yang berbeda yang bervariasi dalam dimensi tinggi). Selain faktor bentuk standar drive internal, saya secara singkat membahas drive eksternal dan juga nampan removable drive, yang merupakan semacam "hybrid" dari desain internal dan eksternal. 

Followers

Popular Posts

About Me

Foto saya
Aku Akan Belajar Dengan Serius

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

free counters
Diberdayakan oleh Blogger.